User
Information for Reviewer
Index

JKB telah terindex di Crossref JKB telah terindex di Google Scholar JKB telah terindex di SINTA Ristekdikti JKB telah terindex di Portal Garuda

Notifications
Journal Content

Browse
Visitor Counter

 

Senam Aerobik Meningkatkan Daya Tahan Jantung Paru dan Fleksibilitas

Susiana Candrawati, Evy Sulistyoningrum, Dicky Bramantyo agung Prakoso, Nurvita Pranasari
  Jurnal Kedokteran Brawijaya, Vol 29, No 1 (2016),  pp.69-73  

Abstract


Kurang beraktivitas fisik berkaitan erat dengan risiko timbulnya penyakit tidak menular dan penyakit degeneratif. Salah satu aktivitas fisik yang saat ini banyak diminati adalah senam aerobik. Daya tahan jantung paru dan fleksibilitas sangat penting bagi produktivitas hidup dan penurunan risiko penyakit degeneratif di masa mendatang. Beberapa penelitian membuktikan adanya pengaruh latihan aerobik terhadap daya tahan jantung paru dan fleksibilitas, akan tetapi penelitian tentang senam aerobik sebagai salah satu bentuk latihan aerobik belum banyak dilakukan. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh senam aerobik terhadap fleksibiltas dan daya tahan jantung paru. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan pre and post test design. Sebanyak 33 individu berusia 15–25 tahun diperiksa fleksibilitas dan daya tahan jantung paru di Laboratorium Fisiologi Kedokteran Unsoed sebelum dan sesudah melaksanakan program latihan fisik senam aerobik selama 12 minggu di Sanggar Senam Sisca Purwokerto. Fleksibilitas diukur dengan metode Sit and Reach Test, sedangkan daya tahan jantung paru diukur dengan metode Quenns Collegge Step Test. Data sebelum dan sesudah intervensi senam aerobik dianalisis menggunakan perangkat lunak komputer dengan uji t berpasangan dan uji Wilcoxon. Terdapat pengaruh bermakna senam aerobik terhadap fleksibiltas (p=0,002) dan daya tahan jantung paru (p<0,001), yaitu meningkatkan fleksibilitas (33,78 cm menjadi 36,45 cm) dan meningkatkan daya tahan jantung paru (18,48 menjadi 22,08). Dapat disimpulkan senam aerobik berpengaruh terhadap fleksibilitas dan daya tahan jantung paru.


Keywords


daya tahan jantung paru; fleksibitas; senam aerobik

Full Text:

PDF

References


Hasibuan R. Terapi Sederhana Menekan Gejala Penyakit Degeneratif. Jurnal Ilmu Keolahragaan. 2010; 8(2): 78-93.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Penyakit Tidak Menular. (Online) 2011. [diakses 4 Maret 2013].

Tuminah S. Peran Kolesterol HDL terhadap Penyakit Kardiovaskular dan Diabetes. Jurnal Gizi Indonesia. 2009; 32(1): 69-76.

Irfan M. Pedoman Berolahraga yang Menyehatkan (Upaya Menggugah Masyarakat untuk Aktif Melakukan Aktivitas fisik dalam Usaha Preventif terhadap Penyakit Degeneratif di Sumatera Utara). Medan: UNIMED; 2011; hal. 23-32

Uliyandari A. Pengaruh Latihan Fisik Terprogram terhadap Perubahan Nilai Konsumsi Volume Oksigen Maksimal (VO2 Max) pada Siswi Sekolah Bola Voli Tugu Muda Semarang Usia 11-13 Tahun. [Skripsi]. Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang. 2009.

Nugroho S. Pengaruh Latiham Sirkuit (Circuit Training) terhadap Daya Tahan Aerobik (VO2 Max) Mahasiswa PKO Fakultas Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta. [Laporan Penelitian]. Universitas Negeri Yogyakarta, Yogjakarta. 2008.

McArdle WD, Katch FI, and Katch VL. Essentials of Exercise Physiology. 3rd edition. Baltimore, New York: Lippincott Williams & Wilkins; 2006.

Saygın O and Öztürk MA. The Effect of Twelve Week Aerobic Exercise Programme on Health Related Physical Fitness Components and Blood Lipids in Obese Girls. African Journal of Pharmacy and Pharmacology. 2011; 5(12): 1441-1445.

Olufemi AJ and Adaeze NN. Effectiveness of an Eight Week Low Impact Aerobic Dance Programme on the Management of Osteoarthritis. International Journal of Humanities and Social Science. 2012; 2(21): 286-291.

Li CL, Tseng HM, Tseng RF, and Lee SJ. The Effectiveness of an Aerobic Exercise Intervention on Worksite Helath-Related Physical Fitness – A Case in High-Tech Company. Chang Gung Medical Journal. 2006; 29(1): 100-106.

Osanloo P, Najar L, and Zafari A. The Effects of Combined Training (Aerobic Dance, Step Exercise and Resistance Training) on Body Composition in Sedentary Females. Annals of Biological Research. 2012; 3(7): 3667 – 3670.

Nieman DC. Fitness and Your Health. California: Bull Publishing Company; 1993.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) Indonesia Tahun 2007. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI. 2008.

Jaywant PJ. Effect of Aerobic Dance on the Body Fat Distribution and Cardiovascular Endurance in Middle Age Woman. Journal of Exercise Science and Physiotherapy. 2013; 9(1): 6-10.

Ambardini RL. Peran Latihan Fisik dalam Manajemen Terpadu Osteoartritis. (Online) 2006. http//staff.uny.ac.id/ sites/default/files/ 132256204/ Latihan%20Fisik-Manajemen%20Osteoartritis.pdf [diakses tanggal 27 Juni 2013].

Rostamzadeh N, Mozafari SAA, and Ebrahim K. A study of the Physical fitness of the Middle School Students of Naghadeh City as Compared to Local and National Standars. European Journal of Experimental Biology. 2012; 2(5): 1609-1615.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Petunjuk Teknis Pengukuran Kebugaran Jasmani. Jakarta: Dirjen Bina Kesehatan Masyarakat, Departemen Kesehatan RI; 2005.

Afsharnezhad T, Sefatian A, and Burbur A. The Relation among Flexibility, Aerobic Fitness, Leg Extension Power and Agility with Lower Extremity Injuries in Footballers. International Journal of Sports Science and Engineering. 2011; 5(2): 105-111.

Chodzko-Zajko WJ, Proctor DN, Singh MAF, et al. Exercise and Physical Activity for Older Adults. Journal of the Medicine & Science in Sports & Exercise. 2009; 41(7): 1510-1530.

American College of Sport Medicine (ACSM). ACSM's Guidelines for Exercise Testing and Prescription. Seventh edition. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins; 2006.




DOI: http://dx.doi.org/10.21776/ub.jkb.2016.029.01.14

Refbacks

  • There are currently no refbacks.