Akurasi Fibrinogen dan Hs-CRP sebagai Biomarker pada Sindroma Koroner Akut

Authors

  • Ivan Setiawan
  • Viera Wardhani
  • Djanggan Sargowo

DOI:

https://doi.org/10.21776/ub.jkb.2011.026.04.10

Abstract

Peran fibrinogen dan Hs-CRP menunjukkan potensinya sebagai biomarker pada sindrom koroner akut. Penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan potong lintang yang berlangsung dari bulan Februari dampai dengan Juli 2011. Jumlah subjek untuk tiap kelompok kasus maupun kontrol adalah 76, berusia antara 35 sampai dengan 80 tahun. Kedua kelompok diukur kadar fibrinogen dan Hs-CRP. Cut off masing-masing biomarker diukur dengan Receiver Operating Curve. Akurasi dr nilai diukur dengan sensitivitas, spesifitas, rasio kemungkinan, nilai duga positif dan nilai duga negatif, baik secara kombinasi maupun terpisah. Umur rerata pada kedua kelompok 57,5 tahun. Kadar fibrinogen pada kelompok kasus (5,8±1,56 g/L) berbeda bermakna dibandingkan dengan kelompok kontrol (3,78±1,78 g/L). Kadar Hs-CRP pada kelompok kasus (4,04±1,94 mg/L) berbeda bermakna dibanding kelompok kontrol (1,98±1,25 mg/L). Kedua biomarker baik secra kombinasi atau terpisah dapat dipakai sebagai alat diagnostik pada sindrom koroner akut. Fibrinogen dan Hs-CRP mempunyai nilai diagnostik terbaik dibanding bila digunakan secara terpisah.Kata Kunci: Atherosklerosis, biomarker, fibrinogen, Hs-CRP, inflamasi, sindrom koroner akut

Downloads

Download data is not yet available.

References

Budiarso LR dan Sarimawan. Survey Kesehatan Rumah Tangga Tahun 1992: Pola Kematian. Jakarta: Badan Litbang Kesehatan; 1992.

Ooi S and Manning P. Guide to the Essentials in Emergency Medicine. Singapore: McGraw-Hill Education (Asia); 2004; 81-86.

Soenarto AA. Intervensi Multifaktorial pada Proses Aterosklerosis. Jurnal Kardiologi Indonesia. 1998; 4: 186-194.

Gabay C and Kushner I. Acute-Phase Proteins and Other Systemic Responses to Inflammation. The New England Journal of Medicine. 1999; 340(6): 448-454.

Toss H, Lindahl B, Siegbahn A, and Walentin L. Prognostic Influence of Increase Fibrinogen and C-reactive Protein Levels in Unstable Coronary Artery Disease. Circulation. 1997; 96(12): 4204-4210.

Tintinalli J, Stapczynki J, John Ma O, Cline D, Cydulka R, and Meckler G. Emergency Medicine: A Comprehensive Study Guide. 6th edition. New York: McGraw-Hill Companies Inc.; 2004; 343-358.

Ridker P, Hennekens C, Buring J, Rifai N. C-Reactive protein and Other Markers of Inflamation in the Prediction of Cardiovascular Disease in Women. The New England Journal of Medicine. 2000; 342(12): 836-843.

Koenig W, Sund M, Frohlich M, et al. C-Reactive Protein a Sensitivity Marker of Inflammation, Predicts Future Risk of Coronary Heart Disease in Initially Health Middle Age Result From the MONICA (Monitoring Trends and Determinants in Cardiovascular Disease) Augsburg Cohort Study ; 1984 to 1992. Circulation. 1999; 99(2): 237-242.

Lind L. Circulating Markers of Inflammation and Atherosclerosis. Atherosclerosis. 2003; 169(2): 203-214.

Haidari M, Javadi E, Sadeghi B, Hajilooi M, and Ghanbili J. Evaluation of C-Reactive Protein, a Sensitive Marker of Inflammation, as a Risk Factor for Stable Coronary Artery Diseases. Clinical Biochemistry. 2001; 34(4): 309-315.

Littrell KA and Kern KB. Acute Ischemic Syndromes. Adjunctive Therapy. Cardiology Clinics. 2002; 20(1): 159-175.

Dasgupta H, Blankenship JC, Wood GC, Frey CM, Demko SL, and Menapace FJ. Thrombocytopenia Complicating Treatment with Intravenous Glycoprotein IIb/IIIa Receptors Inhibitors: A Pooled Analysis. American Heart Journal. 2000; 140(2): 206-211.

Downloads

Issue

Section

Research Article