User
Information for Reviewer
Index

JKB telah terindex di Crossref JKB telah terindex di Google Scholar JKB telah terindex di SINTA Ristekdikti JKB telah terindex di Portal Garuda

Notifications
Journal Content

Browse
Visitor Counter

 

Efek Pemberian Ekstrak Kulit Jeruk Keprok (Citrus Reticulata) terhadap Cell-Cycle G1 Arrest dan Apoptosis pada Sel Kultur Retinoblastoma

Syarifah Rohaya, Hariwati Hariwati, Lely Retno W, Hidayat Sujuti
  Jurnal Kedokteran Brawijaya, Vol 28, No 2 (2014),  pp.68-73  

Abstract


Retinoblastoma adalah kanker intraokular yang terjadi pada anak usia dini, disebabkan oleh terganggunya supresor tumor gen RB baik secara herediter maupun nonherediter. Tatalaksananya adalah enukleasi, eksentrasi, kemoterapi, laser fotokoagulasi, cryotherapi, dan radioterapi. Apabila tidak diobati hampir seluruh pasien mengalami proses desak ruang dan penyebaran tumor. Kemoterapi bukan merupakan pilihan terapi selektif karena hal ini semakin merusak sel normal pada jaringan yang normal. Sehingga peneliti mencari alternatif terapi seperti ekstrak kulit jeruk keprok yang memiliki fungsi sebagai anti karsinogenik, anti tumor, anti invasif dan anti metastasis. Penelitian ini merupakan analitik eksperimental pada sel kultur retinoblastoma yang dipapar dengan ekstrak kulit jeruk keprok. Sel kultur retinoblastoma dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu kelompok kontrol,  kultur+ekstrak kulit jeruk keprok dosis 10mg/mL, kultur+ekstrak kulit jeruk keprok dosis 20mg/mL dan kultur+ekstrak kulit jeruk keprok dosis 40mg/mL. Diinkubasi selama 72 jam lalu dilakukan pengecatan dengan propidium iodide untuk diperiksa menggunakan flowcitometry. Hasil pemeriksaan dengan flowcitometry berupa gambaran histogram dari siklus sel dan apoptosis. Sel kultur retinoblastoma pada fase G1/S, kelompok kontrol (15,03±3,03), kelompok ekstrak kulit jeruk keprok dosis 10mg/mL (12,47±2,51), 20mg/mL (12,30±1,33) dan 40mg/mL (10,80±1,52) (p=0,027) menunjukkan bahwa ekstrak kulit jeruk keprok tidak menginduksi G1 arrest. Pada data apoptosis, kelompok kontrol (35,0±3,96), kelompok ekstrak kulit jeruk keprok dosis 10mg/mL (33,63±0,88), 20mg/mL (38,48±8,96) dan 40mg/mL (64,42±2,09) (p=0,000) menunjukkan bahwa pemberian ekstrak kulit jeruk keprok menginduksi apoptosis pada sel kultur retinoblastoma. Kulit buah jeruk keprok (Citrus reticulata) mengandung berbagai macam senyawa flavonoid, yang bertindak sebagai anti-karsinogenik, anti-tumor, anti-invasif dan anti-metastasis. Pemberian ekstrak kulit jeruk keprok tidak menginduksi cell-cycle G1 arrest tetapi menginduksi proses apoptosis.

Kata Kunci: Apoptosis, cell-cycle G1 arrest, ekstrak kulit jeruk keprok (Citrus reticulata), sel kultur retinoblastoma


Full Text:

PDF

References


Rosdiana N. Retinoblastoma Familial. Indonesian Journal of Cancer. 2009; 3(1): 33-36.

Paduppai S. Characteristic of Retinoblastoma Patients at Wahidin Sudirohusodo Hospital 2005-2010. The Indonesian Journal of Medical Science. 2010; 2(1): 1-7.

Raab EL. Pediatric Ophthalmology and Strabismus in Basic and Clinical Science Course. San Francisco: American Academy of Opthalmology; 2012; pp. 390-399.

Rosdiana N. Gambaran Klinis dan Laboratorium Retinoblastoma. Sari Pediatri. 2011; 12(5): 319-322.

Honavar. Emerging Option in the Management of Advanced Intraocular Retinoblastoma. British Journal of Ophthalmology. 2009; 93(7): 848-849.

Shields CLand Shields JA. Diagnosis and Management of Retinoblastoma. Cancer Control. 2004; 11(5): 317-327.

Perdana AN, Anita PD, Diah APKW, Sugeng R, dan Edy M. Mekanisme Penekanan Ekspresi N-Ras Ekstrak Kulit Jeruk Keprok (Citrus reticulata) sebagai Agen Kemopreventif. Jurnal Farmasi Indonesia. 2009; 4(3): 104-115.

Meiyanto E, Hermawan A, and Anindyajati. Natural Products for Cancer-Targeted Therapy: Citrus Flavonoids as Potent Chemopreventive Agents. Asian Pacific Journal of Cancer Prevention. 2012; 13(2): 427-436.

Yunas SR, Latifah N, Rokhman MR, Fitriasari A, dan Meiyanto Edy. Penggunaan Ekstrak Etanolik Kulit Buah Jeruk Mandarin (Citrus reticulata) untuk Meningkatkan Sensitivitas Sel Kanker Payudara MCF-7 terhadap Agen Kemoterapi Doxorubicin. Pharmacon. 2007; 8(2): 64-69.

Morley KL, Ferguson PJ, and Koropatnick J. Tangeretin and Nobiletin Induce G1 cell Cycle Arrest but Not Apoptosis in Human Breast and Colon Cancer Cells. Cancer Letters. 2007; 251: 168-178.

Pan MH, Chen WJ, Lin-Shiau SY, Ho CT, and Lin JK. Tangeretin Induces Cell-Cycle G1 Arrest Through Inhibiting Cyclin-Dependent Kinases 2 dan 4 Activities as Well as Elevating Cdk Inhibitors p21and p27 in Human Colorectal Carcinoma Cells. Carcinogenesis. 2002; 23(10): 1677-1684.

Hirano T, Abe K, Gotoh M, and Oka K. Citrus Flavone Tangeretin Inhibits Leukaemic HL-60 Cell Growth Partially through Induction of Apoptosis with Less Cytotoxicity on Normal Lymphocytes. British Journal of Cancer. 1995; 72(6): 1380-1388.

Pan MH and Ho CT. Chemopreventive Effects of Natural Dietary Compounds on Cancer Development. Chem Soc Rev. 2008; 37(11): 2558-2574.

Satsu H, Hiura Y, Mochizuki K, Hamada M, and Shimizu M. Activation of Pregnan X Receptor and Induction of MDR1 by Dietary Phytochemicals. Journal of Agricultural and Food Chemistry. 2008; 56(13): 5366-5373.

Lu Y, Zhang C, Bucheli P, and Wei D. Citrus Flavonoids in Fruit and Traditional Chinese Medicinal Food Ingredients in China. Plant Food for Human Nutrition. 2006; 61(2): 57-65.




DOI: http://dx.doi.org/10.21776/ub.jkb.2014.028.02.2

Refbacks

  • There are currently no refbacks.