Information for Reviewer
User
Index

JKB telah terindex di Crossref JKB telah terindex di Google Scholar JKB telah terindex di SINTA Ristekdikti JKB telah terindex di Portal Garuda

Notifications
Journal Content

Browse

Prevalensi Buta Warna pada Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang

Mitayani Purwoko
  Jurnal Kedokteran Brawijaya, Vol 30, No 2 (2018),  pp.159-162  

Abstract



Buta warna adalah ketidakmampuan seseorang untuk membedakan beberapa warna yang dapat dibedakan oleh orang lain. Penyakit ini disebabkan oleh mutasi pada gen OPN1LW, OPN1MW, dan OPN1SW. Keadaan ini diturunkan dengan pola X-linked atau bisa juga didapat setelah lahir. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan prevalensi buta warna pada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan desain potong lintang yang menggunakan data sekunder. Besar sampel sebanyak 174 orang diambil dengan metode stratified random sampling di Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum, dan Fakultas Agama Islam. Mahasiswa yang dipilih adalah mahasiswa angkatan 2017 yang namanya terdaftar di www.forlap.dikti.go.id. Data status penglihatan warna diambil dari arsip skrining buta warna milik Klinik Dokter Keluarga Fakultas Kedokteran UM Palembang. Skrining buta warna dilakukan tim kesehatan penerimaan mahasiswa baru, yang terdiri dari 7 dokter umum, dengan menggunakan Buku Ishihara sebagai alat bantu. Sampel terdiri dari 88 orang laki-laki (50,6%) dan 86 orang perempuan (49,4%). Penelitian ini hanya menemukan 1 subjek penelitian dengan buta warna (0,6%) berjenis kelamin laki-laki. Angka ini lebih rendah dari angka kejadian nasional yaitu 0,7% dan angka kejadian di Sumatera Selatan 12,8%. Hasil penelitian ini sesuai dengan teori bahwa biasanya buta warna terjadi pada laki-laki karena memperoleh kromosom X dari ibu yang membawa alel buta warna. Kesimpulan, prevalensi buta warna pada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang tergolong rendah bila dibandingkan prevalensi nasional.


Keywords


Buta warna; penyakit herediter; penyakit X-linked

Full Text:

PDF

References


Dargahi H, Einollahi N, and Dashti N. Color Blindness Defect and Medical Laboratory Technologists: Unnoticed Problems and the Care for Screening. Acta Medica Iranica. 2010; 48(3): 172-177.

Neitz J and Neits M. The Genetics of Normal and Defective Color Vision. Vision Research. 2011; 51(7): 633-651.

Kartika, Kuntjoro K, Yenni, dan Halim Y. Patofisiologi dan Diagnosis Buta Warna. Cermin Dunia Kedokteran. 2014; 41(4): 268-271.

Darmono. Toksikologi Genetik: Pengaruh, Penyebab dan Akibat Terjadinya Penyakit Gangguan Keturunan. Jakarta: Universitas Indonesia Press; 2012; hal. 127-130.

Pramanik T, Sherpa MT, and Shrestha R. Color Vision Deficiency among Medical Students: An Unnoticed Problem. Nepal Medical College Journal. 2010; 12(2): 81-83.

Birch J. Worldwide Prevalence of Red-Green Color Deficiency. Journal of the Optical Society of America. A, Optics, Image Science, and Vision. 2012; 29(3): 313-320.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Riset Kesehatan Dasar 2007. Jakarta: Departemen Kesehatan. 2008; hal. 118.

Gupta M, Gupta BP, Chauhan A, and Bhardwaj A. Ocular Morbidity Prevalence Among School Children in Shimla, Himachal, North India. Indian Journal of Ophthalmology. 2009; 57(2): 133-138.

Shah A, Hussain R, Fareed M, and Afzal M. Prevalence of Red-green Color Vision Defects Among Muslim Males and Females of Manipur, India. Iranian Journal of Public Health. 2013; 42(1): 16-24.

Siddiqui QA, Shaikh SA, Qureshi TZ, and Subhan MM. A Comparison of Red-green Color Vision Deficiency Between Medical and Non-medical Students in Pakistan. Saudi Medical Journal. 2010; 31(8): 895-899.

Chhipa SA, Hashmi FK, Ali S, Kamal M, and Ahmad K. Frequency of Color Blindness in Pre-employment Screening in a Tertiary Health Care Center in Pakistan. Pakistan Journal of Medical Sciences. 2017; 33(2): 430-432.

Shrestha RK, Joshi MR, Ghising R, and Rizyal A. Ocular Morbidity among Children Attending Government and Private Schools of Kathmandu Valley. Journal of Nepal Medical Associaiton. 2011;51(184):182-188.

Pramanik T, Khatiwa B, and Pandit R. Color Vision Deficiency Among A Group of Students of Health Sciences. Nepal Medical College Journal. 2012; 14(4): 334-336.

Mundijo T dan Purwoko M. Dominasi Pewarisan Pola Sidik Jari Whorl Dalam Keluarga Karyawan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang. Jurnal Kedokteran Brawijaya. 2017; 29(4): 312-315.

Carissa ID, Nansy E, Hariyanto IH, dan Asroruddin M. Kejadian Buta Warna Pada Pasien Tuberkulosis Paru di Unit Pengobatan Penyakit Paru-Paru (UP4) Pontianak. Cermin Dunia Kedokteran. 2017; 44(4): 237-240.

Gallo PG, Panza M, Lantieri PB, et al. Some Psychological Aspects of Colour Blindness at School: A Field Study in Calabria and Basilicata (Southern Italy). Color Research and Application. 2003; 28(3): 216-220.




DOI: http://dx.doi.org/10.21776/ub.jkb.2018.030.02.15

Refbacks

  • There are currently no refbacks.