Information for Reviewer
User
Index

JKB telah terindex di Crossref JKB telah terindex di Google Scholar JKB telah terindex di SINTA Ristekdikti JKB telah terindex di Portal Garuda

Notifications
Journal Content

Browse

Konsumsi Junk food dan Serat pada Remaja Putri Overweight dan Obesitas yang Indekos

Pipit Septiana, Fajar Ari Nugroho, Catur Saptaning Wilujeng
  Jurnal Kedokteran Brawijaya, Vol 30, No. 1 (2018),  pp.61-67  

Abstract


Seiring dengan perkembangan zaman angka kejadian overweight dan obesitas remaja semakin meningkat. Remaja dengan obesitas memiliki kebiasaan konsumsi makanan tinggi kalori dan rendah serat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konsumsi junk food dan serat pada remaja putri dengan overweight dan obesitas yang indekos. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilakukan di wilayah Sumber Sari dan Kerto, Malang. Sampel dipilih dengan metode purposive sampling yang terdiri dari 9 orang informan kunci dan 14 orang teman informan kunci sebagai triangulasi untuk menjamin validitas data. Data dikumpulkan dengan metode wawancara mendalam dan observasi dibantu dengan catatan, tape recorder, dan kamera. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi konsumsi junk food pada informan tergolong tinggi dengan jenis junk food yang sering dikonsumsi fried chicken. Alasan tingginya konsumsi junk food paling utama adalah alasan rasa. Frekuensi konsumsi serat informan juga masih rendah dengan jenis serat yang sering dikonsumsi adalah lalapan. Alasan utama rendahnya konsumsi serat karena keterbatasan ketersediaan makanan sumber serat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah konsumsi junk food pada remaja putri indekos dengan overweight dan obesitas masih tinggi dan konsumsi serat informan masih begitu rendah.

 


Keywords


Indekos; konsumsi junk food; konsumsi serat; remaja putri

Full Text:

PDF

References


Greenway FL. Physiological Adaptations to Weight Loss and Factors Favouring Weight Regain. International Journal of Obesity. 2015; 39(8); 1188-1196.

Sparling PB. Obesity on Campus. Preventing Chronic Disease Public Health Research, Practice, and Policy. 2007; 4(3); A72.

World Health Organization. Health for The World's Adolescents A Second Chance in The Second Decade. Geneva, Switzerland: World Health Organization; 2014; hal. 1-2.

Ogden CL, Carroll MD, Kit BK, and Flegal KM. Prevalence of Obesity in the United States 2009-2010. NCHS Data Brief: 2012; 82: 1-8.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2013; hal. 260-262.

BAPPEDA Kota Malang. Buku Profil Pangan dan Gizi Kota Malang 2013. Malang: Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Malang; 2013; hal. 15 – 16.

Arief E, Syam A, dan Dachlan DM. Konsumsi Fast Food Remaja di Restoran Fast Food, Makassar Town Square. Media Gizi Masyarakat Indonesia. 2011; 1(1): 41-45.

Ashakiran and Deepthi R. Fast Food and Their Impact on Health. Journal of Krishna Institute of Medical Science University. 2012; 1(2): 7-15.

Arianto NT. Pola Makan Mie Instan: Studi Antropologi Gizi pada Mahasiswa Antropologi Fisip Unair. BioKultur. 2013; 2(1): 27-40.

Ansari WE, Stock C, and Mikolajczyk RT. Relationships Between Food Consumption and Living Arrangements Among University Students in Four European Countries. Nutrition Journal. 2012; 11(28): 1-7.

Febriani PH. Pemberian Motivasi Kepala Perpustaaan dalam Meningkatkan Prestasi Kerja Perpustakaan di UPT Perpustakaan IAIN Sukarta. Jurnal Ilmu Perpustakaan. 2012; 1(1): 175-184.

Merawati D dan Kinanti RG. Prilaku Makanan pada Siswa Obesitas. Jurnal IPTEK Olahraga. 2005; 7(3): 182-192.

Kristianti N, Sarbini D, dan Mutalazimah. Hubungan Pengetahuan Gizi dan Frekuensi Fast Food dengan Status Gizi Siswa Negeri 4 Surakarta. Jurnal Kesehatan. 2009; 2(1): 39-47.

Pramono A dan Sulchan M. Kontribusi Makanan Jajan dan Aktivitas Fisik terhadap Kejadian Obesitas pada Remaja di Kota Semarang. Jurnal Gizi Indonesia. 2014; 2(2): 59-65.

Andair LS and Popkin BM. Are Child Eating Patterns Being Transformed Globally? Obesity Research. 2005; 13(7): 1281-1299.

Mair SJ, Pierce M W, and Teret SP. The Use of Zoning to Restrict Fast Food Outlets: A Potential Strategy to Combat Obesity. Washington: Georgetown Universities; 2005; hal. 10-19.

Alamsyah Y. Antisipasi Krisis Global Bisnis Fast Food Ala Indonesia. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo Kompas Gramedia; 2009; hal. 12-15.

Anggraini RDP dan Legowo M. Praktek Konsumtif Mahasiswa Bidik Misi. Paradigma. 2014; 2(2): 1-6.

Nusair K, Yoon HJ, Naipaul S, and Parsa HG. Effect of Price Discount Frames and Levels on Consumers Perceptions in Low End Service Industries. International Journal of Contemporary Hospitality Management. 2010; 22(6): 814-835.

Bahria dan Triyanti. Faktor-Faktor yang Terkait dengan Konsumsi Buah dan Sayur pada Remaja di 4 SMA Jakarta Barat. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas. 2010; 4(2): 63-71.

Vabe M and Hansen H. The Relationship between Food Preference and Food Choice: A Theoretical Discussion. International Journal of Business and Social Science. 2014; 5(7): 145-157.

Oktaviani WD, Saraswati LD, dan Rahfiludin MZ. Hubungan Kebiasaan Konsumsi Fast Food, Aktivitas Fisik, Pola Konsumsi, Karakteristik Remaja dan Orang Tua dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) (Studi Kasus pada Siswa SMA Negeri 9 Semarang Tahun 2012). Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2012; 1(2): 542-553.

Slavin J. Fiber and Prebiotics: Mechanisms and Health Benefit. Nutrients. 2013; 5(4): 1417-1435.

Burhan FZ, Sirajuddin S, dan Indriasari R. Pola Konsumsi terhadap Kejadian Obesitas Sentral pada Pegawai Pemerintahan di Kantor Bupati Kabupaten Jeneponto. Jurnal Media Kesehatan Masyarakat Indonesia. 2013; 9(1): 1-14.

Al-Rethaiaa AS, Fahmy AE, and Al-Shwaiyat NMA. Obesity and Eating Habits among Collage Students in Saudi Arabia: A Cross Sectional Study. Nutrition Journal. 2009; 9: 39-48.

Dewantari NM dan Widiani A. Fruits and Vegetables Consumption Pattern in School Children. Jurnal Skala Husada. 2011; 8(2): 119-125.




DOI: http://dx.doi.org/10.21776/ub.jkb.2018.030.01.11

Refbacks

  • There are currently no refbacks.