Information for Reviewer
User
Index

JKB telah terindex di Portal GarudaJKB telah terindex di Google Scholar

Notifications
Journal Content

Browse

Hubungan Risiko Malnutrisi dan Kadar Albumin Serum terhadap Lama Rawat Inap Pasien Kanker Ginekologi

Meirina Dwi Larasati, Ari Natalia Probandari, Eti Poncorini Pamungkasari
  Jurnal Kedokteran Brawijaya, Vol 29, No. 4 (2017),    

Abstract


Malnutrisi menjadi salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas pasien rawat inap. Skrining gizi merupakan tahap awal menentukan risiko malnutrisi. Pemeriksaan biokimia seperti albumin juga dapat diimplementasikan sebagai parameter status malnutrisi. Seriusnya dampak malnutrisi terutama pada pasien kanker maka perlu dilakukan skrining dan penilaian status gizi awal pasien baru melalui pemeriksaan albumin untuk mengevaluasi status gizi, mengidentifikasi malnutrisi dan menentukan intervensi gizi dalam mencegah komplikasi dan memperpendek masa rawat. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan risiko malnutrisi yang diukur menggunakan MST dan kadar albumin serum terhadap lama rawat inap pasien kanker ginekologi. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan kohort prospektif pada pasien kanker ginekologi sejak Februari s.d April 2016. Subjek penelitian berjumlah 64 orang. Risiko malnutrisi berdasarkan MST dilakukan dengan wawancara. Kadar albumin dan lama rawat dilihat dari catatan medis pasien. MST mampu mendeteksi risiko malnutrisi pada 33 orang (51,6%) dan tidak berisiko malnutrisi pada 31 orang (48,4%). Subjek berisiko malnutrisi (78,8%), tidak berisiko malnutrisi (67,7%), hipoalbumin (66,6%) dan albumin normal (74,5%) memiliki lama rawat pendek. Hasil uji statistik chi-square menunjukkan tidak ada hubungan risiko malnutrisi dan kadar albumin dengan lama rawat inap (p=0,474; RR=0,66 dan p=0,689; RR=1,31).

Keywords


risiko malnutrisi, albumin, lama rawat

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.